Bupati Tana Toraja Theofilus dan Wakil Bupati Adelheid Sosang akan membentuk posko penyelesaian tindak lanjut. Posko ini dibentuk untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi, terutama di tiap SKPD.
Theofilus mengaku, sistem kerja aparatnya selama delapan bulan terakhir sudah bagus. Tinggal diasah rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap tugas pokoknya agar berprestasi. "Meski banyak pekerjaan yang dihadapi tiap hari, namun inovasi dan kreasi aparatur jangan diabaikan karena sangat menentukan kesuksesan tugas melayani sesuai tuntutan dan harapan masyarakat," jelasnya di Makale.
Menurutnya, di banyak daerah, paling banyak yang jadi temuan auditor adalah dana bantuan sosial (bansos) karena paling rawan disalahgunakan. "Ini yang jadi sasaran empuk pemeriksa," lanjutnya.
Karena itu, kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Tana Toraja pengelola bantuan sosial bupati meminta agar penyalurannya sesuai tujuan dan sasaran serta tidak bertentangan dengan aturan.
Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan rakyat (Kesra) Pemkab Tana Toraja Albert Saalino merespon baik pembentukan posko tindak lanjut tersebut. "Kita memang dituntut lebih hati-hati membuat telaah kepada pimpinan utamanya bukti pendukung karena akan menjadi tolokukur keberhasilan pimpinan dalam mengelola keuangan," kata Albert Saalino.
Posko tindaklanjut merupakan respon positif bupati atas pertemuan tindak lanjut temuan se-Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dilaksanakan di Hotel Sangalla, singkat Albert Saalino.
BACA SELENGKAPNYA..
Senin, 23 Mei 2011
Bahas Pungutan Sekolah, Dewan Panggil Diknas
Pungutan kepada siswa tamatan SLTA dan sederajat se-Kabupaten Tana Toraja sebesar Rp 300.000 per siswa diprotes orang tua siswa. Alasannya, karena tidak pernah dibicarakan dengan orang tua siswa dan komite sekolah.
Pungutan tersebut diduga dilakukan pihak sekolah secara sistemik karena berlaku kepada semua siswa yang tamat. Uang tersebut diserahkan saat menerima ijazah.
Seperti diungkapkan Boy Tonapa, seorang orang tua siswa di Getengan Mengkendek saat ditemui BKM menjelaskan, pungutan dilakukan sekolah seharusnya jelas peruntukannya, karena memberatkan.
"Menurutnya, meskipun dipahami siswa tamat sekolah butuh biaya seperti perpisahan, studi tour dan lainnya, itu kami pahami dan tidak sampai sebesar Rp 300.000," katanya.
Komisi II DPRD Tana Toraja menerima laporan tersebut langsung menyorot pungutan tersebut. "Pungutan ini akan berdampak terhadap citra penyelenggaraan pendidikan di Tana Toraja," terang Massudi Sombolinggi Jumat (20/5) di Makale.
Hal ini, katanya, perlu dicermati Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung. Bila perlu pihak Inspektorat Kabupaten segera turun lapangan mengaudit jumlah pungutan, kemudian hasilnya dilaporkan kepada bupati untuk mengambil tindakan tegas tanpa pandangbulu ke pihak sekolah.
Komisi II DPRD Tana Toraja, kata Massudi, akan segera memanggil Plt Kadis Diknas Yohannis Titting untuk mengklarifikasi pungutan tersebut.
Ditemui terpisah, Plt Kadis Diknas Yohanis Titting, membantah pungutan bervariasi kepada siswa yang tamat mulai Rp 100.000 hingga Rp 300.000 itu sebagai pungutan liar (pungli). Menurutnya, itu bukanlah pungli.
Menurutnya, hasil penelusuran pihak Diknas kepada beberapa kepala sekolah sejak pungutan itu mencuat ke permukaan diperoleh keterangan bila pungutan tersebut sudah menjadi program sekolah guna membiayai beberapa kegiatan.
Itupun sudah diatur dalam rencana belanja anggaran sekolah (RABS) sebelumnya telah dirapatkan pihak sekolah dengan orang tua siswa bersama komite sekolah. "Yang jelas itu bukan pungutan tiba-tiba," pungkas Yohanis Titting.
Sumber : http://www.beritakotamakassar.com BACA SELENGKAPNYA..
Pungutan tersebut diduga dilakukan pihak sekolah secara sistemik karena berlaku kepada semua siswa yang tamat. Uang tersebut diserahkan saat menerima ijazah.
Seperti diungkapkan Boy Tonapa, seorang orang tua siswa di Getengan Mengkendek saat ditemui BKM menjelaskan, pungutan dilakukan sekolah seharusnya jelas peruntukannya, karena memberatkan.
"Menurutnya, meskipun dipahami siswa tamat sekolah butuh biaya seperti perpisahan, studi tour dan lainnya, itu kami pahami dan tidak sampai sebesar Rp 300.000," katanya.
Komisi II DPRD Tana Toraja menerima laporan tersebut langsung menyorot pungutan tersebut. "Pungutan ini akan berdampak terhadap citra penyelenggaraan pendidikan di Tana Toraja," terang Massudi Sombolinggi Jumat (20/5) di Makale.
Hal ini, katanya, perlu dicermati Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung. Bila perlu pihak Inspektorat Kabupaten segera turun lapangan mengaudit jumlah pungutan, kemudian hasilnya dilaporkan kepada bupati untuk mengambil tindakan tegas tanpa pandangbulu ke pihak sekolah.
Komisi II DPRD Tana Toraja, kata Massudi, akan segera memanggil Plt Kadis Diknas Yohannis Titting untuk mengklarifikasi pungutan tersebut.
Ditemui terpisah, Plt Kadis Diknas Yohanis Titting, membantah pungutan bervariasi kepada siswa yang tamat mulai Rp 100.000 hingga Rp 300.000 itu sebagai pungutan liar (pungli). Menurutnya, itu bukanlah pungli.
Menurutnya, hasil penelusuran pihak Diknas kepada beberapa kepala sekolah sejak pungutan itu mencuat ke permukaan diperoleh keterangan bila pungutan tersebut sudah menjadi program sekolah guna membiayai beberapa kegiatan.
Itupun sudah diatur dalam rencana belanja anggaran sekolah (RABS) sebelumnya telah dirapatkan pihak sekolah dengan orang tua siswa bersama komite sekolah. "Yang jelas itu bukan pungutan tiba-tiba," pungkas Yohanis Titting.
Sumber : http://www.beritakotamakassar.com BACA SELENGKAPNYA..
PNPM Kec. Makale, IST Tim Lelang
seperti diketahui, Untuk tahun anggaran 2011 Kec. Makale mendapatkan dana PNPM-Mpd sebesar Rp. 450.000.000 dimana 25% dari dana tersebut diperuntukkan untuk kegiatan SPP (Simpan Pinjam khusus Perempuan)dan selebihnya adalah untuk kegiatan sarana prasarana dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Dua kelurahan yang mendapatkan kucuran dana PNPM - Mpd Kec. Makale Tahun Anggaran 2011 untuk sarana prasarana dan peningkatan kapasitas masyarakat adalah Kelurahan Rante kegiatan Rabat Beton dengan dana sekitar Rp. 314.000.000 yang volumenya 725 m x 3 m x 0,15 m, dan Kelurahan Buntu Burake kegiatan Pelatihan kursus Menjahit dengan jumlah dana Rp.30.518.000 dengan volume 24 orang peserta.
Dalam rangka percepatan progress kegiatan, Hari ini, Sabtu, 21 Mei 2011 PNPM Kec. Makale menyelenggarakan In Service Training (IST) bagi Panitia lelang kegiatan PNPM - Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2011 yang diikuti oleh masing-masing tim lelang dari dua kelurahan yang mendapatkan kucuran dana PNPM-Mpd tahun Anggaran 2011.
BACA SELENGKAPNYA..
Dua kelurahan yang mendapatkan kucuran dana PNPM - Mpd Kec. Makale Tahun Anggaran 2011 untuk sarana prasarana dan peningkatan kapasitas masyarakat adalah Kelurahan Rante kegiatan Rabat Beton dengan dana sekitar Rp. 314.000.000 yang volumenya 725 m x 3 m x 0,15 m, dan Kelurahan Buntu Burake kegiatan Pelatihan kursus Menjahit dengan jumlah dana Rp.30.518.000 dengan volume 24 orang peserta.
Dalam rangka percepatan progress kegiatan, Hari ini, Sabtu, 21 Mei 2011 PNPM Kec. Makale menyelenggarakan In Service Training (IST) bagi Panitia lelang kegiatan PNPM - Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2011 yang diikuti oleh masing-masing tim lelang dari dua kelurahan yang mendapatkan kucuran dana PNPM-Mpd tahun Anggaran 2011.
BACA SELENGKAPNYA..
Jumat, 20 Mei 2011
Ir. Palullun Rantelangi kembali Pimpin PKB Torut
Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscalub) PKB Kabupaten Toraja Utara, secara aklamasi menetapkan Ir. Palullun Rantelangi untuk kembali memimpin PKB Kabupaten termuda di Sulawesi Selatan tersebut.
Ir, Palullun Rantelangi ditetapkan dalam Musyawarah Cabang luar biasa (MUSCALUB) yang digelar di Restoran Rahmat Rantepao untuk kembali memimpin partai besutan almarhum Abdurrahman wahid tersebut untuk periode 2011 - 2016.
Muscalub dibuka langsung Ketua Tanfiz DPW PKB Sulsel, H Abu Djaropi. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Toraja Utara, Drs Frederik Batti Sorring, Anggota DPRD Torut, Anggota KPU, dan pengurus partai lainnya.
Sekretaris Panitia Muscalub Torut, Muliadi Dayong, saat ditemui, mengatakan, dengan adanya ketua terpilih PKB di daerah baru tentunya akan meningkatan jumlah suara untuk pemilu 2014 serta optimis PKB Toraja Utara meraih target 2 atau 3 kursi di Toraja Utara. BACA SELENGKAPNYA..
Ir, Palullun Rantelangi ditetapkan dalam Musyawarah Cabang luar biasa (MUSCALUB) yang digelar di Restoran Rahmat Rantepao untuk kembali memimpin partai besutan almarhum Abdurrahman wahid tersebut untuk periode 2011 - 2016.
Muscalub dibuka langsung Ketua Tanfiz DPW PKB Sulsel, H Abu Djaropi. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Toraja Utara, Drs Frederik Batti Sorring, Anggota DPRD Torut, Anggota KPU, dan pengurus partai lainnya.
Sekretaris Panitia Muscalub Torut, Muliadi Dayong, saat ditemui, mengatakan, dengan adanya ketua terpilih PKB di daerah baru tentunya akan meningkatan jumlah suara untuk pemilu 2014 serta optimis PKB Toraja Utara meraih target 2 atau 3 kursi di Toraja Utara. BACA SELENGKAPNYA..
Kamis, 19 Mei 2011
Pembangunan Jalan di Toraja Tak Merata
MAKALE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di bagian barat Kabupaten Tana Toraja.
Anggota Komisi III DPRD Tana Toraja Andarias P Buttutasik mengatakan, dari hasil kunjungan kerja anggota DPRD ke beberapa kecamatan di bagian barat, dua kecamatan, yakni Simbuang dan Mappak, belum tersentuh jalan aspal. Hampir seluruh jalan di dua kecamatan itu hanya berupa jalan tanah,dan hanya sedikit jalan yang dirabat beton. “Masyarakat Mappak dan Simbuang belum merasakan manfaat pembangunan jalan. Akses jalan yang buruk menyulitkan masyarakat melakukan aktivitas ekonomi,”ujarnya.
Anggota DPRD dari daerah pemilihan Mappak dan Simbuang ini mendesak Pemkab Toraja merespons tuntutan masyarakat yang menginginkan infrastruktur jalan yang memadai agar tidak menimbulkan kesan ada kecamatan atau desa yang dianakatirikan oleh pemerintah.
Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengatakan, Pemkab Tana Toraja sudah memiliki program pembangunan infrastruktur jalan yang akan menghubungkan kecamatan Mappak-Simbuang. Salah satu kendala yang dihadapi pemkab saat ini,yakni sulitnya mobilitas material ke lokasi.
Dia meminta kesabaran dari masyarakat di dua kecamatan itu karena pembangunan jalan akan dilakukan secara bertahap. “Pemerintah memahami psikologi masyarakat. Tetapi masyarakat juga harus bersabar karena pembangunan dilakukan secara bertahap mengingat anggaran yang terbatas,” tandas dia.
Sumber: www.seputar-indonesia.com
BACA SELENGKAPNYA..
Anggota Komisi III DPRD Tana Toraja Andarias P Buttutasik mengatakan, dari hasil kunjungan kerja anggota DPRD ke beberapa kecamatan di bagian barat, dua kecamatan, yakni Simbuang dan Mappak, belum tersentuh jalan aspal. Hampir seluruh jalan di dua kecamatan itu hanya berupa jalan tanah,dan hanya sedikit jalan yang dirabat beton. “Masyarakat Mappak dan Simbuang belum merasakan manfaat pembangunan jalan. Akses jalan yang buruk menyulitkan masyarakat melakukan aktivitas ekonomi,”ujarnya.
Anggota DPRD dari daerah pemilihan Mappak dan Simbuang ini mendesak Pemkab Toraja merespons tuntutan masyarakat yang menginginkan infrastruktur jalan yang memadai agar tidak menimbulkan kesan ada kecamatan atau desa yang dianakatirikan oleh pemerintah.
Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengatakan, Pemkab Tana Toraja sudah memiliki program pembangunan infrastruktur jalan yang akan menghubungkan kecamatan Mappak-Simbuang. Salah satu kendala yang dihadapi pemkab saat ini,yakni sulitnya mobilitas material ke lokasi.
Dia meminta kesabaran dari masyarakat di dua kecamatan itu karena pembangunan jalan akan dilakukan secara bertahap. “Pemerintah memahami psikologi masyarakat. Tetapi masyarakat juga harus bersabar karena pembangunan dilakukan secara bertahap mengingat anggaran yang terbatas,” tandas dia.
Sumber: www.seputar-indonesia.com
Pertarungan menjelang MUSCAB Partai Demokrat Tana Toraja
Sejumlah nama akan ikut meramaikan suksesi kepemimpinan partai demokrat Tana Toraja dalam Musyawarah Cabang Partai Demokrat Kab. Tana Toraja yang rencananya akan di gelar sebelum bulan Agustus 2011 mendatang.
Sejumlah nama yang mencuat tersebut diantaranya J.A.Situru, Victor Datuan Batara, Adelheid Sosang, Ester Datu Palloan, Martha Rapi' Patintingan, Nelly A.Dase, Y.T.Paonganan, Lusi Palullungan, Moses Patadungan serta ketua fraksi Demokrat Alexander Pantan Rante Allo.
Dari sejumlah nama tersebut, ada dua mantan pejabat di Tana Toraja yang paling santer disebut-sebut oleh masyarakat luas. Keduanya adalah mantan Bupati Tana Toraja J.A. Situru dan mantan Kapolres Tana Toraja Victor Datuan Batara.
Total Jumlah suara yang akan di perebutkan oleh masing-masing kandidat adalah sebanyak 21 suara yang meliputi 19 suara pimpinan anak cabang (PAC), suara DPD Provinsi dan DPP masing-masing 1 suara.
Ketua panitia pelaksana Muscab Salaga Tana, MA yang dikonfirmasi di Makale menjelaskan, bahwa waktu pelaksanaan Muscab partai Demokrat Tana Toraja belum turun dari DPD Provinsi. Namun kemungkinan dilaksanakan sebelum bulan Agustus 2011.
pengembangan wisata rohani berupa patung raksasa Kristus di Burake menelan biaya milyaran rupiah
Pembangunan patung raksasa Kristus yang rencananya akan dibangun di Buntu Burake diperkirakan akan menelan biaya hingga milyaran rupiah. Dana tersebut diharapkan berasal dari perantau Toraja yang sukses.
Rencana pengembangan wisata rohani berupa patung raksasa Kristus tertinggi di dunia tersebut mendapat apresiasi yang tinggi dari kepala Bappeda Kab. Tana Toraja, Bapak DR, Ir, Yunus Sirante, MSi.
“Terlebih sejalan dengan rencana dibangunnya objek pendukung anak tangga sebanyak 7.777 yang diangkat dari sejarah “Aluk Sanda Pitunna”. Diharapkan akan membuat para perantau Toraja akan ikut berpartisipasi menanamkan sahamnya. Jelas Yunus Sirante.
Patung Raksasa Kristus tersebut akan mencapai ketinggian hingga 40 meter, yang diangkat dari sejarah 40 tahun perjalanan bangsa Israel.
BACA SELENGKAPNYA..
“Terlebih sejalan dengan rencana dibangunnya objek pendukung anak tangga sebanyak 7.777 yang diangkat dari sejarah “Aluk Sanda Pitunna”. Diharapkan akan membuat para perantau Toraja akan ikut berpartisipasi menanamkan sahamnya. Jelas Yunus Sirante.
Patung Raksasa Kristus tersebut akan mencapai ketinggian hingga 40 meter, yang diangkat dari sejarah 40 tahun perjalanan bangsa Israel.

