Masih Proses, Sa'bara' komi...
Sponsored By : Kecamatan Makale.

Selasa, 01 Februari 2011

Makale Sulit Jadi Kota Bersih

MAKALE-- Tanpa didukung anggaran memadai, mustahil Makale dapat menjadi kota bersih alias terbebas dari sampah. Hal itu diakui Kepala Kantor kebersihan, Pertamanan, Pemadam Kebakaran, dan Pemakaman Kabupaten Tana Toraja, Drs Abubakar MH, Jumat 28 Januari 2011, kemarin.
Pasalnya, selain peralatan dan jumlah petugas kebersihan yang tidak memadai, terlebih lagi anggaran yang terplot jauh dari kebutuhan ideal. Pun, armada pengangkut sampah yang dimiliki jumlahnya sangat terbatas. Menariknya armada pengangkut sampah itu, selain sangat kurang jumlahnya juga umurnya sudah masuk tergolong uzur.

"Armada yang kami miliki, hanya Lima unit yang terdiri dua unit dantruk dan tiga unit konteiner. Itu pun sebagian dari armada itu pengadaan tahu 1995 lalu. Bannya semua sudah tidak layak pakai karena sudah berumur empat tahun," tandas Abubakar.
Selain armada yang jumlahnya terbatas dan dalam kondisi yang sudah lanjut usia, juga termasuk jumlah tenaga
kebersihan yang sangat kurang. Saat ini, jumlah tenaga yang dimiliki dinas kebersihan sangat jauh dari jumlah ideal dengan melihat luas wilayah yang dilayani.
Bukan itu saja, termasuk yang dikeluhkan Abubakar, karena kesejehteraan para tenaga pengangkut sampah itu tidak terpenuhi dari kebutuhan idealnya.
"Jumlah tenaga kebersihan yang kami miliki sebanyak 45 orang. Sebagai tenaga honorer mereka mendapatkan gaji sebesar Rp520 ribu per bulan. Seharusnya sebagai tenaga kerja kasar di lapangan mendapatkan jatah makan dan minum setiap hari. Tetapi anggaran untuk makan dan minum tidak
cukup, karena anggaran untuk kantor ini sangat terbatas," keluh Abubakar.
Dijelaskan Abubakar, bahwa anggaran untuk kantor kebersihan, pertamanan, pemadam kebakaran, dan pemakaman di APBD Tana Toraja 2011, hanya sebesar Rp587 juta. Itupun anggaran tersebut untuk membiayai operasional kegiatan pada lima bidang yang meliputi bidang kebersihan, bidang pertamanan, bidang pemadam kebakaran dan bidang pemakaman. Pembiayaan tersebut, meliputi biaya BBM, ATK, biaya makan anggota, dan pemeliharaan kendaraan.
"Mustahil mewujudkan harapan masyarakat menjadikan Makale kota bersih kalau tidak didukung anggaran operasional yang memadai. Apa yang kami bisa perbuat kalau anggaran hanya Rp587 juta," tandasnya dengan nada tanya.
Begitu halnya dengan kondisi yang dialami bidang pemadam kebakaran, dimana kondisi peralatannya sudah sangat memprihatinkan. Selain armada
pemadam kebakaran hanya dua unit yang kondisinya sudah tua, juga alokasi anggaran pada 2011 untuk pemadam kebakaran itu sangat kurang.
"Kondisi peralaran dua unit aramada pemadam kebakaran kami sudah sangat tua. Seperti ban mobil, selang air sudah bocor-bocor. Padahal peralatan itu, sangat diperlukan mengantisipasi musibah kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi," keluhnya.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar